MASALAH ITU BUKAN MASALAH
Hadits Rasulullah : “Dunia itu negara bala’ dan ujian”.
1. Banyak orang menganggap :
- Ujian itu masalah dan masalah itu masalah. Orang takut dg ujian & masalah.
- Orang tidak suka dengan masalah, merasa tertekan dengan ujian dan masalah.
- Orang hilang rasa bahagia dan ketenangan karena masalah.
- Orang terasa resah dan gelisah karena masalah.
- Bila ditimpa masalah, ia terasa besar, berat, hilang selera makan, tidak dapat tidur, bahkan jatuh sakit.
2. Banyak orang :
- Takut dengan kemiskinan, takut sakit, takut rugi dalam bisnis, tidak naik pangkat, kematian orang yang sangat dicintai, dsb.
3. Sebaliknya, perkara yang masalah dianggap masalah, yaitu yang terbesar adalah tidak cinta dan tidak takut Allah. Bila tidak cinta dan tidak takut Tuhan, perkara yang bukan masalah jadi masalah, lebih-lebih lagi yang memang masalah.
- Miskin bukan masalah kalau sabar dengan kemiskinan, tidak membuat dosa dan kemungkaran.
- Kaya bukan masalah, tapi dapat menjadi masalah bila dengan kekayaannya menjadikan sombong, membazir, boros, hidup nafsi-nafsi, foya-foya, dsb.
- Pandai dan berilmu bukan masalah karena perkara yang baik. Tapi kalau dengan ilmunya menjadi sombong, digunakan untuk mengejar pangkat dan jabatan untuk mengumpul harta, maka ini menjadi masalah.
4. Masalah dan ujian yang datang kepada kita sesungguhnya adalah untuk meningkatkan iman, bahkan menjadi syarat untuk mendapatkan iman. Oleh karena itu kalau kita benci atau tidak suka diuji dengan masalah, jangan-jangan tidak termasuk yang Allah tanamkan iman di hati mereka. Allah berfirman dalam Q.S.Ankabut : 2-3 yang artinya :
” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
5. Yang sangat benci dengan kepada ujian dan masalah ialah nafsu. Diantara maksud Allah datangkan ujian dan masalah dalam hidup kita ialah untuk menekan hawa nafsu agar tidak rakus dan buas. Nafsu akan terdidik dengan ujian dan masalah. Kalau Allah tidak datangkan ujian dan masalah, nafsu jahat akan menjadi subur, berbunga dan akhirnya berbuah kejahatan. Buah nafsu ialah sifat mazmumah yang bersarang di hati dan merusakkan kebahagiaan hidup manusia. Buah nafsu itu adalah : sombong, hasat dengki, bakhil, pemarah, sangka buruk, cinta dunia, suka dipuji, dsb
Dalam Q.S.Yusuf : 53 Allah berfirman yang artinya al : ” .. Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku...”
Maka jelaslah ujian dan masalah dalam hidup ini suatu rahmat dan kasih sayang Allah, yang membantu mengawal, melemahkan dan mendidik nafsu yang sangat memusuhi kita. Justru itu kalau kita terlalu benci, terlalu tertekan dan terlalu sakit dengan ujian dan masalah, ketahuilah bahwa nafsu sedang menguasai kita dan kita akan tergolong dari orang-orang yang sangat dipengaruhi nafsu.
6. Para sahabat sangat sedih kalau Allah tidak menguji mereka. Kalau 1 hari tidak diuji, mereka bimbang, 2 hari tak diuji mereka cemas, 3 hari tak diuji mereka merasa takut dengan Allah. Mereka merasa jangan-jangan Allah sudah tidak peduli, lalu mereka merintih kepada Allah agar tidak disisihkan.
Para sahabat merasa tenang dengan ujian dan masalah, mereka gelisah bila tidak diuji. Mengapa kita tidak begitu ? Allah berfirman dalam hadits Qudsi, yang artinya :
”Kalau kamu diuji, kamu tidak sabar. Dan kalau kamu diberi nikmat tidak bersyukur. Maka keluarlah kamu dari bumi langit Allah ini, dan carilah Tuhan yang lain selain Aku”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar